Minggu, 20 Februari 2011

Kolesterol Rendah Juga Berbahaya


Kolesterol adalah suatu molekul lemak di dalam sel dibagi menjadi LDL, HDL, total kolesterol dan trigliserida. Kolesterol sebenarnya merupakan salah satu komponen lemak. Seperti kita ketahui, lemak merupakan salah satu zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh kita disamping zat gizi lain seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Lemak merupakan salah satu sumber energi yang memberikan kalori paling tinggi. Disamping sebagai salah satu sumber energi, sebenarnya lemak atau khususnya kolesterol memang merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita terutama untuk membentuk dinding sel-sel dalam tubuh. Kolesterol juga merupakan bahan dasar pembentukan hormon-hormon steroid. Kolesterol yang kita butuhkan tersebut, secara normal diproduksi sendiri oleh tubuh dalam jumlah yang tepat. Tetapi ia bisa meningkat jumlahnya karena asupan makanan yang berasal dari lemak hewani, telur dan yang disebut sebagai makanan sampah (junkfood). Kolesterol dalam tubuh yang berlebihan akan tertimbun di dalam dinding pembuluh darah dan menimbulkan suatu kondisi yang disebut aterosklerosis yaitu penyempitan atau pengerasan pembuluh darah. Kondisi ini merupakan cikal bakal terjadinya penyakit jantung dan stroke.

Dari hati, kolesterol diangkut oleh lipoprotein yang bernama LDL (Low Density Lipoprotein) untuk dibawa ke sel-sel tubuh yang memerlukan, termasuk ke sel otot jantung, otak dan lain-lain agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kelebihan kolesterol akan diangkut kembali oleh lipoprotein yang disebut HDL (High Density Lipoprotein) untuk dibawa kembali ke hati yang selanjutnya akan diuraikan lalu dibuang ke dalam kandung empedu sebagai asam (cairan) empedu. LDL mengandung lebih banyak lemak daripada HDL sehingga ia akan mengambang di dalam darah. Protein utama yang membentuk LDL adalah Apo-B (apolipoprotein-B). LDL dianggap sebagai lemak yang "jahat" karena dapat menyebabkan penempelan kolesterol di dinding pembuluh darah. Sebaliknya, HDL disebut sebagai lemak yang "baik" karena dalam operasinya ia membersihkan kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah dengan mengangkutnya kembali ke hati. Protein utama yang membentuk HDL adalah Apo-A (apolipoprotein). HDL ini mempunyai kandungan lemak lebih sedikit dan mempunyai kepadatan tinggi sehingga lebih berat.

Kadar kolesterol dalam darah yang normal adalah kurang dari 200 miligram per dL, kolesterol jahat (LDL) kurang dari 130 mg/dL, kolesterol HDL lebih dari 45 mg/dL, dan trigliserida kurang dari 200 mg/dL.

Seseorang dinyatakan kelebihan kadar kolesterol dalam darah atau kolesterol tinggi jika total kadar kolesterol mencapai lebih dari 240 mg/dL. Kelebihan kolesterol jahat bisa mengakibatkan penumpukan lemak yang menyumbat pembuluh darah.

Di lain pihak kolesterol yang terlalu rendah atau kurang dari 160 mg/dL ternyata juga tidak dianjurkan karena berbahaya untuk kesehatan.

Penelitian menunjukkan, ibu hamil yang memiliki kadar kolesterol total terlalu rendah beresiko tinggi melahirkan bayi prematur. Jumlah kolesterol total dan LDL terlalu rendah juga terkait dengan depresi, kecemasan dan penyakit kanker.

sumber: health.kompas.com, farmasiku.com

Minggu, 13 Februari 2011

CATATAN MAHASISWA RANTAU : KAMARKU INDAH KAMARKU SAYANG

Hidup sebagai mahasiswa rantau penuh dengan kesenangan maupun kemalangan, kalau dihitung kemalangan bisa lebih besar dari kesenangannya. Cerita bermulai dari kamar kos saya yang berukuran lebih kurang 3 x 4 meter, seperti ukuran pas photo yang sering diminta biro administrasi kampus sewaktu membuat kartu ujian. Isinya mungkin bisa dibayangkan, sebuah lemari yang tidak begitu bagus, tapi mempunyai kenangan indah. Sore itu, kami berempat bersama teman-teman satu tanah kampung pergi untuk hunting lemari di pasar yang lokasinya cukup jauh dari tempat kos. Untuk membeli lemari saja dibutuhkan empat personil, karena saya memang tidak mampu untuk melobi ibu-ibu yang menjual lemari. Akhirnya kami berangkat dengan angkot, penuh sesak dan gerah begitulah keluhan bagi para pecinta angkot jika angkot dalam kondisi penuh dengan penumpang. Setelah merasakan seperti dipanggang didalam oven, kami turun di simpang tempat biasa angkot berhenti. Kemudian kami berjalan menuju tempat orang menjual furnitur, biasanya toko furnitur saling berdekatan dengan toko furnitur yang lainnya, sepertinya perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan ini. Sesampai di toko furnitur tersebut, kami yang seperti preman karena Cuma memakai baju kaos dan sendal jepit ditambah jeans yang tidak dicuci selama satu minggu membuat ibu penjaga toko ketakutan. Tetapi ketakutan itu sirna setelah melihat tampang kami seperti mahasiswa kampungan yang biasa bergadang tiap malam untuk “membaca buku”. Setelah mendapatkan model yang cocok akhirnya teman saya melakukan penawaran sengit dengan ibu penjual. Penawaran kali ini sampai-sampai membuat teman saya kewalahan karena ibu penjual cukup tangguh untuk dilawan. Dan setelah 15 menit berlalu akhirnya kami mendapatkan harga yang pas dan tak lama kemudian lemari itupun sampai di kamar kos tercinta.
Kamar kos mungkin tak seindah kamar hotel bintang lima dihotel bintang lima kita bisa merasakan hawa sejuk dari hembusan AC. Tak begitu di kamar kos saya yang sistem pendinginnya diganti dari generasi kegenerasi. Sistem pendingin yang ada dikamar kos dan mungkin setiap mahasiswa pasti punya yaitu kipas angin, baik model terbaru maupun model jadul. Berikut kisah saya dengan seluruh kipas angin yang saya miliki. Kipas angin pertama saya merupakan hasil patungan bersama teman saya dan harganya juga cukup murah karena kipas angin seken. Karena tidak ada meja dikamar kos sewaktu zaman kipas angin pertama berjaya, kami meletakkannya diatas kursi agar semburan anginnya merata. Pernah suatu saat saya tak sengaja tersandung kabel kipas angin jadul itu dan akhirnya kipas angin tersebut terjatuh hancur berkeping-keping bak hati seseorang yang sedang patah hati. Akhirnya kipas angin pertama berakhir riwayatnya di tempat pembuangan sampah akhir.
Kipas angin kedua mungkin cukup unik, karena kipas angin ini berbentuk kecil. Kipas angin ini dibeli bukan untuk saya tetapi untuk orang tua saya yang sedang dirawat dirumah sakit di kota tempat saya kuliah, setelah sembuh akhirnya kipas angin ini dihibahkan kepada saya dan saya tentu bahagia mendapatkan kipas angin seken walaupun ukurannya kurang lebih 7 inci. Walaupun semburang anginnya kurang kencang tapi paling tidak bisa menyejukkan kepala yang sedang panas. Pernah suatu hari teman saya menginap di kos saya. Dan pada malam yang cukup panas kami bertiga berusaha mendapatkan selayang udara sejuk. Dan karena persaingan cukup ketat untuk memperebutkan kipas angin, akhirnya kami tidak tidur semalaman dan paginya pergi kuliah dengan mata 25 watt.

Minggu, 19 Desember 2010

11 33


ketiga sang pagi akan mulai menampakkan diri untuk menyinari bumi agar mampu menerangi hati yang sedang bersemayam didalam kotak musik yang mengeluarkan suara yang begitu indah..

pagi telah menampakkan sinar agar aku mampu melihat bidadari yang telah lama singgah didalam hati, agar mampu untuk mendekatkan kepadanya, agar mampu mencoba untuk memerhatikannya..

perlahan namun pasti waktu terasa begitu cepat sampai akhirnya waktu tak lagi berjalan, masih tetap melangkah menusuri jalan yang penuh batu agar mampu melihatmu tertawa dan bahagia walau mimpi akan menjadi harapan yang indah.

pelangi bagaikan lukisan yang indah menjadi buram setelah hujan yang membasahi bumi membuat tak mampu untuk mengungkapkannya dengan kata-kata tapi sesuatu yang sangat indah dibalik itu adalah anugrah terindah yang telah diberikanNya kepada seseorang untuk menjaga dan melindunginya..

cahaya rembulan menembus sampai ke mata membuat semua hal yang terlihat akan seperti hal-hal yang pernah dilakukan bagaikan waktu bersama dan bagaikan kilat yang melintasi otak tak akan lekang oleh waktu sampai waktu benar-benar berhenti..

sungai bak indah air mengalir dengan derasnya membuat uliaran yang tak mampu di ukir menatap setiap helai demi helai benang hitam yang begitu indah diatas mahkotanya yang membuat seluruh dunia terpana akan hadirnya...

(Asli ngarang)

4 des 2010

(Yang memberi semangat)